AVATAR

AVATAR

Tahun 2154, eks marinir Jake Sully (Sam Worthington) dikirim ke planet Pandora untuk meneliti penduduk pribumi yang disebut Na’vi. Mereka adalah humanoid jangkung warna biru yang tinggal di sebuah pohon raksasa keramat. Di sekitar pohon keramat ini banyak terdapat unsur langka bernama Unobtainium yang ingin diekplorasi perusahaan Jake.

Untuk mempermudah penelitian, ilmuwan membuat avatar Na’vi yang bisa diatur manusia. Sully yang kakinya lumpuh dimasukkan ke dalam alat yang bisa mengendalikan avatar Na’vinya (yang tidak lumpuh). Dalam ekspedisinya, Sully bertemu dengan gadis Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña) putri si bapak kepala suku. Tema film besutan James Cameron (Terminator, Titanic) ini mirip ketika bangsa Eropa mengkoloni benua Amerika. Seperti bangsa Indian, penduduk asli Pandora memiliki ikatan yang kuat dengan alamnya, yang sekaligus kritik bagi manusia yang sudah habis-habisan memperkosa bumi. Misi utama Sully untuk bernegosiasi dengan suku Na’vi supaya bersedia relokasi ke tempat lain jadi terlupakan karena ia terlanjur jatuh cinta dengan alam, budaya, dan gadis Na’vi.

Tidak ada dobrakan baru dari segi cerita film 3 jam ini. Bisa dibilang ceritanya sangat taat dengan tatacara Hollywood. Cuma saja, film tidak hanya sekadar cerita. Film adalah dialog, visual, suara, ekspresi, musik, dan cerita yang bekerja bersama-sama. Dan Avatar membuat unsur-unsur itu terjalin dengan dahsyat dan luar biasa.

Anda akan menyukai gambar-gambar yang indah dan alur film yang seru. Dan pada akhirnya Anda akan lebih sayang bumi.